Menemukan Papanya Selingkuh, Anaknya Diam-diam Mengirim SMS Pada Selingkuhannya, Siapa Sangka Ternyata "Selingkuhan" Itu Adalah…

Suatu hari, seorang anak perempuan berusia 10 tahun sedang memainkan ponsel ayahnya, saat itulah ia melihat ada chatting yang masuk ke ponsel sang ayah, ia pun menemukan kalau ternyata papanya selingkuh!

Papa : Aku diam-diam udah perhatiin kamu lho!
Wanita dalam chat : Kalau gitu, malem ini kia ketemu di hotel biasa, datang ya sayang!

Anak itu langsung menjadi sangat marah, papanya yang selama ini begitu dia banggakan dan selalu penuh kasih pada mama, ternyata melakukan hal ini di saat mama pergi dinas!

Karena marah, anak ini membalas chat tersebut : "Gue pikir gue ini orang ketiga, gak nyangka ternyata gue orang keempat! Dia lagi mandi!"

Wanita di sebrang sana tidak menjawab, anak ini tersenyum dalam hatinya.



Siapa sangka beberapa waktu kemudian, ponsel papa berbunyi, kemudian papa dan mama bertengkar hebat. Anaknya berpikir apa mama sudah tau papanya selingkuh. Siapa sangka setelah tutup telepon, papa langsung mendatanginya dengan marah dan berkata, "Kalimat orang ketiga itu kamu yang tulis?"

Anaknya langsung menjawab, "Jijik banget aku, aku pikir papa membanggakan, ternyata punya selingkuhan!"
"Apa?!" Papa kemudian kaget setengah mati, "Kamu ini nyelakain papa, itu mama kamu tau!"


Ternyata papa lagi ngobrol sama mama yang lagi pakai komputer kantor, siapa sangka disangka anaknya kalau dia selingkuh.
Setelah mendengar penjelasan ini, anaknya kemudian menangis, dia pikir kalau papanya berselingkuh, ternyata papanya masih membanggakan seperti yang dia bayangkan sebelumnya.

Mengapa anak-anak sangat peka akan hubungan orang tua yang tidak baik?
Bagi anak-anak, orang tua adalah pelindung mereka serta orang yang bisa memberikan mereka keamanan. Jadi ketika ada perubahan dalam keluarga, mereka pasti merasakan perubahan itu. Begitu mereka menemukan salah satu dari orang tuanya ternyata tidak setia, mereka akan langsung dipenuhi ketakutan dan kecemasan, bahkan kehilangan rasa aman.

Karena itu, bertengkar di depan anak juga sangat berpengaruh negatif. Suasana dalam keluarga sangat penting bagi sang anak. Kalau sampai ada pasangan yang tidak setia, apa akibatnya bagi sang anak?

Berdasarkan penelitian, bagi keluara yang tidak utuh karena bercerai, maka sangat mudah bagi sang anak untuk meniru pernikahan orang tua. Bagi anak dari orang tua yang bercerai, kemungkinan anak-anak kelak akan melakukan hal yang sama ini lebih besar 3.85 kali dari anak-anak yang tumbuh besar dari keluarga yang sehat.

Bagi anak yang melihat salah satu orang tuanya disakiti dalam pernikahan, mereka juga akan sulit mempercayai lawan jenis dan ini akan mempengarui pengaruhnya dalam berhubungan, mereka juga sulit percaya kalau cinta itu bisa bertahan. Saat orang tua mengalami masalah, anak-anak ternyata akan melakukan hal untuk mengorbankan diri, seperti menjadi sakit atau bunuh diri. Mereka berharap hal ini bisa menolong orang tua mereka.

Perbedaan hubungan orang tua akan terlihat dari tumbuh kembang sang anak sendiri. Kalau sampai benar-benar terpaksa harus bercerai, jangan sampai lupa sewaktu memberitahu sang anak, perlu untuk menjelaskan, walaupun papa mama sudah bercerai, namun tetap mencintainya. Kamu juga harus tetap berusaha untuk memiliki waktu bersamanya dan tetap mencintainya walaupun sudah berpisah.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==