Avtur TUmpah di Bandara Juanda Ketika pesawat lion air JT0178 Mengisi Bahan Bakar



Bahan bakar terlihat tumpah dari sayap bagian kiri pesawat rencana penerbangan pesawat Lion Air di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, terganggu. Akibat peristiwa ini, kru pesawat langsung mengevakuasi para penumpang di dalamnya.
Peristiwa ini dilaporkan oleh seorang penumpang bernama Muhsin Budiono melalui akun Twitternya. Dalam foto yang dia unggah, terlilhat avtur keluar deras dari ujung sayap pesawat bernomor JT178 rute Surabaya-Lombok pada pukul 05.04 WIB, Sabtu (1/4)



Alvin Lie, anggota Ombudsman yang juga pengamat penerbangan Indonesia, merespons tweet itu dengan bertanya soal kapan dan di mana peristiwa terjadi. Alvin juga berjanji akan meneruskan peristiwa ini ke Ditjen Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan RI.

"Thanks Pak. Ada hal lain yg bikin saya tambah kesal Pak: Pramugarinya mengumumkan kalau itu kesalahan Pertamina," ujar Mushin saat menanggapi Alvin.


Sementara pihak Lion Air membantah terjadi kebocoran avtur pada pesawat tersebut. Public Relations Manager Lion Air, Andy Saladin, menuturkan terdapat bahan bakar yang keluar saat melakukan pengisian ulang.

"Bukan bocor, pada saat proses boarding berjalan, sekitar 50 persen engineer in charge mengetahui terdapatnya fuel yang keluar sehingga langsung menghentikan proses refueling," ujar Andy
Pilot yang bertugas kemudian menghentikan proses boarding penumpang.  "Penumpang yang sudah berada di dalam pesawat dipersilakan kembali ke boarding gate," kata Andy.

Andy mengatakan, usai melakukan pembersihan penyemprotan dengan water services dan perbaikan oleh teknisi yang bertugas, penerbangan kembali berjalan normal pukul 07.43 WIB.
"Kemudian dilanjutkan refuel kembali dan proses boarding kembali normal," ujar Andy.

Alvin Lie  membenarkan peristiwa yang terjadi. Menurut Alvin, pihak Lion Air telah melaporkan kronologi yang menyebutkan katup tangki bermasalah sehingga avtur meluber keluar.
Menurut Alvin, peristiwa ini sangat jarang terjadi dan berisiko tinggi. "Sangat jarang terjadi, tergolong berisiko tinggi karena hanya perlu percikan kecil untuk timbulkan kebakaran besar," kata Alvin.

"Saat peristiwa terjadi, penumpang sudah di dalam pesawat, bahaya banget," lanjut dia lagi.
Alvin mengatakan, penerbangan baru dapat dilanjutkan setelah pesawat diperbaiki dan dipastikan kerusakan telah diatasi secara tuntas.

"Itu merupakan kewenangan engineer untuk menguji dan menyatakan pesawat layak dioperasikan. Dia penanggung jawab untuk release pesawat," tutur Alvin.


Kronologi itu terlihat seperti foto di bawah ini:


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==