Bikin Sedih! Wanita Hamil Ini Ikhlas Dicerai Sang Suami, Tapi Dia Minta Satu Hal Ini

Anak merupakan rezeki yang paling dinanti pasangan suami istri dalam sebuah pernikahan. Tak lengkap memang jika tiada tangis bayi di rumah, bahkan sering kali karena hal ini dua suami istri yang begitu mecinta memilih berpisah atau mencari jalan lain dengan menikah lagi.

Meskipun, menjadi hak preogratif Tuhan memberi amanah itu atau tidak.

Seperti yang terjadi di Malaysia baru-baru ini, kisah inspiratif yang dapat dipetik hikmah, mengapa pasangan harus berpisah karena tidak mendapat anak. Berikut ceritanya dikutip dari Thereporter.



Saya dan istri sudah ada masalah sejak setahun lebih yang lalu. Semuanya gara-gara tekanan belum mendapat rezeki dikaruniahi seorang anak sejak menikah empat tahun lalu, keluarga saya sendiri juga banyak memberi tekanan.

Karena masalah ini, saya berkeinginan kuat mendapat anak akhirnya saya berkenalan dengan perempuan lain dan bertujuan mempersunting perempuan itu menjadi istri kedua saya.

Desember tahun lalu saya berbincang dengan orang tua, saya ambil keputusan untuk berpisah dengan istri. Tapi ketika saya pulang kerumah, saya terkejut mengetahui yang istri saya dikonfirmasi sudah mengandung enam.

Dia tak pernah memberitahu saya tentang hal ini dan saya dah jadi seperti polisi mengintrogasi istri saya dengan banyak pertanyaan.
Saya sadar, meskipun kami bertengkar dan tak sepikiran, saya masih berhubungan intim.

Istri saya memang berbeda dengan perempuan yang saya kenal sekarang di mana perangainya keras, garang, tegas dan mandiri.

Mungkin sebab dia datang dari keluarga cerai berai yang membuat dia seperti itu pada hari ini.

Dan pacar baru saya yang niatnya menjadi istri kedua lebih lembut dan tampak kontras dengan istri saya.

Ketika saya tahu istri saya hamil, perasaan saya bercampur. Jujur saya senang bila mendapat tahu dia hamil meskipun saya jengkel saat dia tidak memberitahu saya.

Kami sempat bertengkar sejam dua jam dan akhirnya saya tidur di depan dan dia tidur di dalam kamar.

Saya melihat banyak perubahan pada istri semenjak dia mengandung.

Dia dah pakai kerudung, shalat pun dia jaga. Kadang-kadang saya lihat dia baca Alquran.

Saya pun melihat isteri dah gemuk. Sebentar-bentar dia makan, celana jeans pun dah tak muat dan tak pakai. Berjalan pun perlahan saja.

Cuma satu saja yang tak berubah. Mulut begitu pedas dan selalu menjawab perkataan saya.

Tapi orang tua laki-laki saya mengatakan jika istri dan saya seperti 'buku bertemu ruas' (keras sama keras)

Saya beritahu keluarga tentang kondisi istri, mak dan ayah terkejut terutama mak seperti tidak percaya. Tapi ayah bersemangat dan ingin ketemu istri saya.

Sepanjang pernikahan kami yang naik turun ini, ayah tak pernah komentar atau berat sebelah.

Saya jujur dengan pacar saya dan dia menangis dan kata istri saya.

Awalnya memang saya nak percaya apa yang keluarga saya katakan.

Mak, adik dan pacar saya menyerang istri saya saat saya outstation ke Kedah awal bulan baru-baru ini.

Baru-baru ini saya berbincang dengan istri. Dia tanya apa yang saya inginkan dan kenapa saya balik. Saya beritahu dia tentang kondisi saya sekarang, tentang pacar saya.

Istri ikhlas izinkan saya menikah lagi tetapi setelah dia sudah selesai melahirkan. Setelah itu kami akan berpisah.

Isteri mengatakan, bawa saja surat permohonan menikah lagi. Kalau butuhkan tanda tangan dia, dia akan tanda tangan.

Saya dapat merasakan istri saya menahan air mata dan hati dia.

Saya tidak tahu dari mana dia dapat kekuatan setiap hari.

Saya tanya dia, kenapa mudah sangat dia melepaskan saya? Dia kata, saya yang sudah lama melepaskan dia.

Sejak saya balik ke rumah istri, bila tinggalkan dia sejenak, saya teringat pada dia.

Risau, dah makan belum, bayi bagus tidak keadaanya, apakah dia bisa berkendara.

Saya mencoba nak berbaik kembali dengan istri tetapi dia mencoba menjauhkan diri.

Saya rasa sepertinya dia sudah tiada hati pada saya. Salah kah saya mencoba nak berbaik? Gagal kah saya sebagai seorang suami?

Saya beritahu pacar saya yang istri izinkan saya menikah dengan dia. Tapi dia juga tidak ingin berbagi dan meminta saya memilih dia atau isteri.

Mak pun seperti orang gila, menuduh istri saya mengandung anak lelaki lain.

Tapi ayah bersemangat mendapat cucu. Kalau jalan-jalan di mall dengan mak, ayah membeli perlengkapan bayi.

Saya bingung harus melakukan apa, istri saya sekarang begitu baik, tapi saya sudah terlalu jauh dengan pacar saya. (sumber : palembang.tribunnews.com)
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==