IKLAN KAMPANYE AHOK SOAL KEBHINNEKAAN MENUAI KECAMAN LUAS NETIZEN



Menuai Kontroversi dari Nitizen sebuah video kampanye nomor dua milik pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat

Bagi orang awam yang tidak jeli dan teliti, tema keberagaman yang diusung dalam video tersebut nampak normal-normal saja. Namun ketika dilihat lebih jelas, baru terasa unsur SARA yang terkandung dalam video tersebut.

Dalam penggalan awal, video kampanye petahana Jakarta tersebut menggambarkan sebuah kerusuhan rasial, di kota Jakarta, kota yang dipimpinnya. Kejinya, kerumunan orang yang digambarkan berpeci, bersarung, berbaju koko, bersorban, dan berjubah putih.

Menurut seorang netizen, video ini jelas mengandung dusta.
Pada penggalan lain, ketika ada adegan "mengharumkan nama bangsa", yang dipilih adalah keberhasilan pebulutangkis Indonesia yang keturunan Tionghoa dan non-muslim. Sementara pekik takbir Bung Tomo justru tak diperdengarkan. Inikah kebhinnekaan versi Ahok?

Apa yang coba untuk disampaikan oleh Ahok dalam video tersebut?

Berikut video kampanye lengkap berdurasi 2 menit yang diunggah oleh Ahok melalui akun twitternya @basuki_btp, Ahad 9 April 2017.