"Pak Jokowi Minta Tas ". Kisah Anak SD di Perbatasan Ini Sungguh Bikin Menangis. Lihatlah Perjuangan Mereka Agar Tetap Sekolah !

Sebuah kisah pilu datang dari pengguna akun Instagram @anggitpurwoto. Kisah yang diposting akun tersebut telah menjadi viral, dan banyak membuat netizen tersentuh bahkan menangis.

Di postingan itu, si pemilik akun menuliskan cerita tentang anak-anak SD di Desa Sungkung II, Siding, Bengkayang, Kalimantan Barat. Dan ternyata, si pemilik akun itu adalah guru anak-anak SD itu sendiri.

Dia membagikan foto-foto dan video anak-anak SD di perbatasan karena ingin menunjukkan betapa susahnya hidup di perbatasan. Di mana anak-anak harus berjuang keras di saat pergi sekolah, di mana harus menempuh perjalanan yang jauh, belum lagi harus melewati jalanan yang berlumpur.



Tak heran jika seragam yang mereka kenakan tidak sebersih seragam anak kota. Dan yang lebih mengharukannya lagi, mereka sekolah tanpa memakai sepatu maupun tas.

Tapi salutnya, di balik kekurangan itu semua, semangat mereka untuk bersekolah sangatlah tinggi.

Inilah yang membuat netizen tersentuh hingga menguraikan air mata.

Berikut ini kisah lengkap yang ditulis @anggitpurwoto yang dihimpun dari TribunStyle.com.

“Bagimu negeri… Kuceritakan sepintas sebuah kisah pengabdian saya di daerah perbatasan indonesia-malaysia.. Sungkung sebuah desa yg sangat terisolir jauh dari kata kemajuan…

Butuh perjalanan 2 hari dari kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang, akses jalan aspal terdekat adalah di kecamatan entikong kabupaten Sanggau, untuk menuju jalan aspal terdekat membutuhkan waktu 8 jam menggunakan sampan menyusuri sungai sekayam, dan 4 jam jalan darat jika jalan kering, jika basah tidak bisa di prediksi..

Minimal butuh biaya 600 ribu dr kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang untuk sampai di desa sungkung…

Produk-produk buatan malaysia sangat mendominasi wilayah ini, disini berlaku 2 mata uang yaitu ringgit dan rupiah.. Hidup tanpa listrik, sinyal pun harus naik bukit yg jarak tempuhnya 45 menit jalan kaki dari Asrama..

Kebutuhan pokok harga berkali-kali lipat.. Contoh Harga semen mencapai 450 ribu per sak, gas lpg 3 kg 80 ribu…

Batas negara hanya di batasi oleh igir pegunungan.. agar tetap bisa menyambung sebuah coretan tinta di buku, tak sedikit anak sekolah (SD, SMP, SMA) yang bekerja di malaysia ketika liburan, untuk membayar uang bulanan sekolah..

Mereka tau benar bahwa hidup di negara tetangga sarawak malaysia jauh lebih sejahtera, tapi mereka masih memiliki rasa kebangsaan yang tinggi..berfikir dua kali untuk menjadi warga negara di negara seberang..

Bagaimanapun mereka lebih memilih ‘hujan batu’ di negeri sendiri daripada ‘hujan emas’ di negeri orang……

Seragam kusam yang tidak lagi berwarna merah putih segar bukan berarti kami tidak memiliki rasa cinta tanah air…. #NASIONALISME” tulis @anggitpurwoto.

Pria yang berprofesi sebagai guru itu juga mengunggah sebuah video yang berisikan suara “Pak Jokowi Minta Tas”.

“Dengan suara lirihnya, mereka berkata, “Pak Jokowi Minta Tas”

Tidakah kalian merasa kasihan…masih adakah hati nurani kalian… Mereka hanya minta tas, untuk membawa buku,buku yang mungkin bertuliskan mimpi-mimpi kecil mereka, agar mimpi yg mereka tuliskan tidak hancur , hancur terkena lumpur atau koyak kena hujan….

Tidakkah kalian iba….ilmu yg kau dapat di bangku perkuliahan adalah hak mereka!!!!..gaji yg kau dapat adalah hak mereka…

Tidakkah kalian iba, melihat baju kotor mereka…berjam-jam jalan melewati jalan lumpur…
Tidakkah kalian iba ketika perjuangan mereka, mimpi mereka terhapus sia-sia oleh kejamnya negeri perbatasan… Dengarlah suara lirih mereka Pak…..,” begitu tulis @anggitpurwoto. (sumber : palingseru.com)

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==