Menikah Selama 18 Tahun, Yang Hanya Aku Inginkan Dia Mengambil Keperawananku! Semua Itu Karena Hal Ini!

Apa yang harus aku lakukan? Hanya tinggal selembar surat perceraian di meja, menunggu aku tanda tangan.Aku sudah berumur 38 tahun, "anakku" tahun ini akan masuk universitas ternama di negara ini.Di hari ulangtahunku, suamiku membelikan rumah sebagai tanda terima kasih tapi aku ungkapkan perasaanku waktu itu.Yang aku inginkan hanyalah dia mengambil "keperawanku" ini! Namun dia menolak...

Semua orang mungkin aneh, menikah 18 tahun tapi masih memegang status perawan?

Ceritanya ketika aku berumur 17 tahun, aku pergi ke kota bekerja bersama kakak dan pacarnya.Aku dan kakak bekerja sebagai pelayana dan pacarnya sebagai juru masak di sebuah hotel ternama.Sampai 1 hari, kakak hamil... Pacarnya mau bertanggung jawab, tetapi karna masih sibuk, pacarnya memutuskan untukkembali ke desa saat anak ini sudah berumur 3 bulan.Namun, 3 bulan kemudian, kakak pergi dengan orang Hongkong. Orang Hongkong ini adalah tamu langganan hotel,dan memang tamu ini sangat akrab dengan kita dan sering membantu kita.



Namun siapa sangka, kakak dan dia malah memiliki hubungan yang tak lazim dan akhirnya ikut dia pergi meninggalkan aku dan anak yang baru dia lahirkan.Pacarnya sangat mencintai kakak, bahkan dia mau tetap menjaga anak dari hubungan mereka ini.


Aku pun mengajukan diri untuk menjadi ibu dari anak ini.

Aku mengusulkan ide, kita menikah, anggap saja anak ini anak kandung sendiri, dan dia menjadi suamiku.Aku memang menyukai pria ini. Tinggi, cakep, dan rajin. Seorang sosok suami yang patut dikejar - kejar deh!Dia awal - awal tidak setuju, karna bukan lah kesalahan aku, tetapi anak ini tidak mungkin tumbuh tanpa seorang ibu!Karna memang sudah tidak ada cara lain, mau tidak mau dia akhirnya setuju dengan ide ini, dan kita pun menikah.


Kehidupan pasutri pun kami jalankan, kecuali hubungan intim.Dia baik sekali kepadaku, bahkan semua kebutuhanku dia cukupkan.Kesuksesan pun dia raih seiring berjalannya waktu, sampai dimana keluargaku yang dulu pas - pasan,sekarang sudah bisa menikmati kehidupan di perkotaan, semua berkat kerja kerasnya.

Sampai pada saat aku berumur 38 tahun, dan di tahun yang sama,anakku akhirnya masuk ke universitas terbaik, demi berterimakasih atas jerih payahku selama 18 tahun ini,dia menghadiahkan sebuah rumah yang cukup besar di kota.Namun aku gak bahagia, aku mencintainya... Karna itu aku mengajukan 1 permintaan,ambil keperawananku! 


Tetapi dia menolak... Dia tidak bisa melakukan hal egois ini!Esok harinya dia mengajukan perceraian kepadaku.Alasannya simpel, dia ingin aku memiliki keluarga yang benar - benar mencintainya.Dia gak mau menghalangi pria lain untuk masuk ke kehidupannya.

Tetapi aku menolak untuk bercerai, kalaupun aku harus perawan tua aku gak apa - apa, asalkan dia tetap menjadi suamiku.

Namun dia menolak dengan keras dan aku sudah merengek untuk tidak meninggalkan aku.

Dia hanya menjelaskan, kalau dia begini terus, perasaan bersalah itu akan datang menghantui dirinya.Esoknya sebelum pergi bekerja, dia taruh 1 lembar kertas di meja ruang tamu,aku buka dan terkaget! Itu surat cerai dan dia sudah tanda tangan!Apa yang harus aku lakukan!? Aku gak mau cerai dengan dia... Biarlah aku menjadi perawan tua asalkan dia tetap menjadi suamiku. (sumber : cerpen.co.id)
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==