Tak Disangka, Pemuda Ini Dapat Bayaran Segini Cuma Buat Nelpon Kakek Tua 3 Kali

Kebaikan merupakan hal yang tak ternilai dalam hidup ini. Sering kali ketika kita melakukannya kita telah lupa, tapi goresan pada orang yang kita bantu itu terkenang hingga kapanpun.

Seperti yang dilakukan pemuda ini, ketika ia pulang dari kuliah kebaikan hatinya membantu seseorang menjadi masa depannya.

Berikut cerita nyata yang dikutip darui play01.



Pemuda itu bernama Mingjiao Lin Tao, seroang mahasiswa dan pekerja yang tiap harinya melakukan kegiatan membosankan turun naik shutle bus.

Disuatu malam ketika dia mau pulang ke kosannya. Pas di tangga ada bunyi dubrak cukup keras.

Dia berlari melihat hal itu, dan ternyata ada seorang kakek terjatuh.

Masih dalam keadaan terguling di lantai, kakek itu meringis kesakitan. Lintao menolong kakek itu, tanpa sungkan ia membantunya berdiri.

Kemudian orang tua itu menangis kesakitan.

"Anak muda, apakah kamu dapat membantu saya, saya ingin pulang ketempat saya dan bisa kah kamu membantu saya naik tangga. Saya bukan orang jahat," ucapnya

"yah jawab pemuda itu," sambil memapah kakek tersebut

Orang tua: Terima kasih banyak, walau sering banyak peniupan kamu tetap mau membantu saya.
Padahal kamu terlihat lelah.

Lintao : Jangan terlalu sungkan, saya ingin membantu anda sampai rumah. Bagaimana keadaan anda?

Orang tua: Syukurlah, tidak ada tulang yang patah.

Sampai dirumahnya, Lintao baru tahu jika kakek itu tinggal di lantai lima apartemen yang berada dekat dengan kosannya.

Sesampainya disana, dia ingin segera pulang. Tapi belum sempat melangkah dia dipanggil kembali.

Orang tua: Anak muda apakah kamu mau uang?

Lintao tertawa : Siapa yang tidak mau uang kek.

Orang tua: Saya akan memberikan seribu per bulan. Tapi kamu harus menelpon saya seharoi tiga kali pagi, siang dan malam.

Lintao sedikit bingung, apa susahnya hanya menelpon dan mendapatkan uang setiap bulan. Ia bertanya.

"Mengapa kakek mau memberiku uang hanya untuk ditelpon?," ucapnya heran

Orang tua: Aku baru saja pulang dari rumah sahabatku. Dia mati di rumahnya tanpa ada yang tahu, barulah ketika aku mendatanginya tadi aku melihat mayatnya dan tetangga baru menyadari hal itu.

Aku tak mau hal itu terjadi padaku. Aku sudah bercerai dengan istriku, anakku bekerja di luar negeri.
Jadi aku ingin kau menelponku, kalau aku tak menjawab berarti aku meninggal, segeralah menelpon anakku untuk mengurus semuanya.

Mendengar hal itu, Lintao merasa tersentuh. Dia mengaku hanya untuk menelpon dan memastikan keadaan orang tua itu ia tidak memerlukan uang. Ia tidak perlu dibayar.

Selanjutnya, setiap hari Lintao memastikan keadaan kakek itu. Kalau dia berada di luar dia menelpon.

Tapi tidak jarang Lintao mendatangi langsung dan melihat keadaanya.

Hubungan Lintao dan kakek itu begitu akrab. Tidak jarang pemuda itu mengajak kakek untuk jalan-jalan dan makan diluar rumah.

Setelah tiga bulan, suatu hari ia menelpon dan memastikan keadaan sang kakek. Tapi sayang berulang kali tidak ada jawaban.

Lintao cemas, dan segera pulang berlarian menuju rumah kakek.

Benar saja, kakek itu telah terkapar dengan suara berat.

Bergegas Lintao membawa kakek itu kerumah sakit.

Beruntung saat itu kakek itu berhasil diselamatkan.

Mereka kembali bisa bermain dan makan bersama kembali ketika kakek keluar rumah sakit.

Namun, musibah datang lagi dan lebih berat. Kakek tu ditemukan meninggal ketika Lintao melihat keadaannya.

Lintao bersedih karena itu. Tapi dia ingat satu hal yaitu memberi kabar anak kakek untuk mengurus jenazahnya.

Tak butuh waktu anak kakek itu pulang, tapi nahasnya belum juga usai prosesi pemakaman didepan rumah sang kakek telah ditulis kalimat 'DIJUAL'.

Tapi tidak sampai lima menit, tulisan itu diturunkan oleh pengacara sang kakek.

Pengacara mengatakan: Orang tua ini menghendaki, kepemilikan rumah ini untuk Lin Tao. Itu sesuai dengan surat wasiatnya

Anak sang kakek marah dan tidak mungkin rumah tesebut diberikan kepada orang lain. Dia mengatakan jika itu hanya penipuan dilakukan Lintao untuk mengambil harta ayahnya.

Dia menuntut Lintao untuk itu dan membawa masalah itu ke ranah hukum.

Dalam pengadilan, berdasarkan bukti cctv dimana Lintao sering menghabiskan waktu bersama. Juga berdasarkan saksi tetangga akhirnya Lintao menang.

Tetangga menyebutkan jika Lintao memang sepenuh hati merawat sang kakek. Mereka sering melihat bagaimana Lintao tertawa dan berjalan bersama.

Akhirnya tak disangka Lintao mewarisi semua harta kakek itu berikut rumahnya.

Mungkin cerita ini dapat jadi renungan, jika kebaikan akan selalu melahirkan kebaikan selanjutnya, dan kejahatan juga melahirkan kejahatan. (sumber : sripoku.com)
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==