kisah lucu gerak jalan antar sekolah di prabumulih



PRABUMULIH – Lomba gerak jalan perayaan HUT RI tingkat pelajar  berlangsung semarak. Lomba ini tak hanya menyedot peserta tapi juga pengunjung.
Keramaian di jalur perlombaan-mulai dari rumah dinas wali kota hingga ke Simpang Prabu Jaya-sudah terlihat sejak sesudah subuh. Suasana semakin ramai jelang tengah hari hingga petang.
Penonton tak hanya menikmati gaya dan atraksi yang ditampilkan peserta. Tingkah laku para pesertapun menjadi perhatian. Karena tak sedikit dari peserta terlihat keletihan dan mengantuk karena harus bangun sejak subuh-demi mengikuti perlombaan. Hal itu paling banyak terlihat pada siswa sekolah dasar (SD).
Selain tingkah laku dan seragam hal-hal yang terjadi pada pesertapun tak luput dari sorotan. Di antaranya sepatu yang copot saat gerak jalan, topi yang melayang, atau keganjilan lain yang terjadi pada seragam yang digunakan.
“Inikan hiburan gratis warga yang memang sudah ditunggu-tunggu, liat saja kalau lomba gerak jalan pasti ramai yang menonton baris (gerak jalan) di jalan,” ujar Stella (21), warga jalan Sudirman Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur dibincangi kemarin.
“Memang aksi-aksi peserta lomba gerak jalan menarik perhatian, makanya selalu ramai,” tambahnya.
Sementara itu, Irma (35), salah satu pedagang es di jalan Sudirman Kelurahan Gunung Ibul mengaku, kecipratan rezeki dari event tahunan tersebut. “Ini memang rezeki tahunan bagi kita pedagang, sehari bersihnya bisa mencapai Rp 150 ribu – Rp200 ribu. Lumayan, untuk kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah,” jelasnya.
Banjirnya rezeki para pedagang, tak terlepas banyaknya warga yang menonton dan peserta lomba yang membeli jualan para pedagang. “Setiap kali gerak jalan, memang banyak warga yang berbelanja. Apalagi, cuaca semakin siang semakin panas dan warga semakin ramai yang menonton,” tukasnya. HUT RI juga Moment Yang Sangat Dinanti Oleh Pedagang Musiman.

Hal senada diutarakan Muslihah, salah seorang pedagang mainan yang menjajakan barang dagangannya di depan Tugu Kuda simpang jalan Padat Karya Gunung Ibul. Warga Keluraan Karang Raja ini sangat menanti momen acara peringatan HUT Kota dan HUT RI setiap tahun untuk bisa menjajakan barang dagangannya.

Wanita berjilbab ini biasanya jualan di kalangan hanya pada hari sabtu dan minggu saja, sedangkan dihari lain hanya dirumah. Karena itu ia sangat berharap bisa menjajakan berbagai mainan murah meriah untuk menambah penghasilannya.

“Kalau hari biaso idak kalangan, jadi kalau moment Hari Raya dan pada saat lomba cak ini kan lumayan banyak yang beli, kan banyak penonton dan peserta anak-anak sekolah jadi Alhamdulillah lumayanlah ade tambahan penghasilan,” tuturnya.

Sementara pedagang minuman, Warti mengatakan hal serupa. Di moment keramaian seperti ini, pihaknya menambah jumlah berbagai jenis minuman untuk memenuhi permintaan masyarakat. “kan sekarang panas nian, jadi Alhamdulillah banyakla yang beli minuman dan makanan ciki-cikian,” tambahnya.

Pantauan koran ini karena pelaksanaan Lomba gerak jalan tingkat pelajar meramaikan Kota Prabumulih, bahkan beberapa penonton yang merupakan pelajar naik ke patung kuda untuk menyaksikan pelaksanaan lomba gerak jalan.

Selain itu, beberapa titik jalan dalam permukiman seperti jalan Bangau dan jalan Dempo juga mengalami kemacetan total karena ditutupnya jalur sebelah jalan sebagai lokasi tempat berlangsungnya lomba gerak jalan. “la nyari jalan tikus lewat belakang kiroin lancar dak taunyo malah tambah macet,” kata Murni salah seorang pengguna jalan.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==