Rumah susun untuk rakyat prabumulih, tapi gak selesai juga..



Rencana penempatan rumah susun sewa (rusunawa) makin tak jelas. Hingga hari ini, atau tepat satu tahun pembangunan rusunawa belum juga selesai 100 persen.


mungkin belum banyak orang yang tau kalau pemerintah prabumulih sedang membangun rumah susun untuk rakyat miskin di kota kita ini.. tetapi kenapa proses ini terlalu lama?? sedangkan rakyat miskin semakin lama semakin terlantar...

Sekadar mengingatkan, pembangunan rusunawa dimulai pada 2 Agustus 2017. Saat groud breaking yang dihadiri oleh Perwakilan Kemen PUPR, Arief Barkot Siregar, Project Manager PT Brantas Abipraya (Persero) selaku pihak ketiga, Syawalhadi mengatakan, rusunawa ditarget selesai pada Desember 2016. Dengan kata lain, saat ini pembangunan rusunawa sudah molor sekitar delapan bulan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Elman ST MSi menuturkan jika pihaknya sudah mendesak pemerintah pusat untuk segera merampungkan proyek tersebut. Bahkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kempeupera pihaknya meminta dalam kurun waktu 1,5 bulan lagi semua harus sudah rampung.

“Kita sudah rapat beberapa waktu lalu dari pusat datang dan kita meminta dalam kurun waktu satu bulan setengah sudah tuntas. Semua sudah harus bersih. Mobiler sudah masuk, karena kita ingin penghuni datang semua siap,” tegas Elman.

Lebih jauh Elman mengungkapkan, meski pemkot hanya selaku penerima bantuan. Namun tetap saja pihaknya terus mendesak dak meminta agar penyelesaian secepatnya dilakukan. “Sebenarnya memang kita hanya menerima karena ini kemeterian, tapi tepat kita terus memantau dan mendesak. Karena memang sudah lama,” ucapnya.
Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Aslimi menambahkan, untuk data calon penghuni saat ini, pihaknya sudah memegang data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). “Data pusat itu ada sekitar 1700 KK, data itu akan kembali kita seleksi dan calon penghuni hanyalah yang benar-benar layak menerima. prioritas masyarakat tidak mampu yakni yang memang tak memiliki tempat tinggal (ngontrak) sejak lama,” imbuhnya.
Nah, untuk mobiler sendiri sambung dia nantinya Rusunawa akan dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan rumah tangga. “Yakni dipan kursi meja lemari, penghuni tinggal masuk nantinya mobiler disiapkan pusat,” tukasnya.
“Memang harus didesak, sudah seharusnyo ditempati. Banyak masyarakat ymiskin ang tidak punyo rumah, sudah itu dengan ditunggunyo Rusunawa, kawasan Lingkar khususnya Islamic Center (IC) lebih hidup, digunakan dan ramai,” pungkas Feri salah satu warga Kelurahan Muara Dua.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==