Pajak Penulis Mahal, Novelis Terkenal Tere Liye Hentikan Pencetakan Ulang Bukunya

Pajak Penulis Mahal, Novelis Terkenal Tere Liye Hentikan Pencetakan Ulang Bukunya
Penulis Tere Liye (kiri) berjabat tangan dengan Ody Mulya, Produser rumah produksi Maxima Pictures, setelah menandatangani kesepakatan. 


ViralNetTV - Tere Liye, seorang penulis Indonesia, mengumumkan pada hari Selasa (05/09) keputusannya untuk memutuskan hubungan dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit, terhitung sejak 31 Juli tahun ini, karena pajak yang tinggi yang diberlakukan pemerintah Indonesia kepada penulis dibandingkan dengan profesional lainnya.

Tere membawa masalah ini ke halaman Facebook-nya, mengklaim bahwa dia akan terus menulis di akun media sosialnya, tapi tidak melalui "saluran biasa", di mana dia harus membayar pajak yang meningkat. Penulis memperkirakan bahwa buku-bukunya akan keluar dari peredaran sepenuhnya sampai 31 Desember.

"Kami mengambil keputusan ini karena ketidakadilan perlakuan pajak untuk penulis dan ketidaktahuan administrasi saat ini mengenai masalah ini," kata Tere.

Tere membuat simulasi perhitungan di halaman Facebook-nya, yang menunjukkan bahwa seorang penulis membayar pajak dua kali lebih banyak sebagai akuntan, arsitek, aktor terkenal atau motivator.

"Katakanlah ada 10 rumah, masing-masing memiliki pendapatan yang sama sebesar Rp 1 miliar [$ 75.000] per tahun dan kami mengatakan bahwa pendapatan non-kena pajak masing-masing rumah sama, yaitu Rp 0, untuk membuat ilustrasi lebih sederhana," katanya. 

Berdasarkan perhitungannya, empat rumah, yang terdiri dari seorang dokter, akuntan, arsitek dan aktor, harus membayar pajak sebesar Rp 95 juta setiap tahunnya. Sementara itu, rumah lain milik pebisnis yang menjalankan usaha kecil dan menengah hanya harus membayar Rp 10 juta setahun.

"Karena penghasilan seorang penulis buku disebut royalti, jadi menurut seorang petugas pajak, seluruh pendapatannya dianggap super net," katanya, artinya Rp 1 miliar setahun tidak akan memenuhi syarat untuk tarif khusus atau sama. Norma Penghitungan Pendapatan Bersih berlaku untuk dokter dan profesional lainnya.


Menurut perhitungannya, penulis buku harus membayar Rp 245 juta setahun.



Tanggapan pemerintah

Pengumuman Tere - yang telah dilihat oleh 3,8 juta pelanggannya - menarik perhatian pemerintah sehari kemudian.

"Pendapatan yang menjadi objek pajak adalah kapasitas ekonomi tambahan, jadi pajak yang dikenakan untuk laba bersih didasarkan pada pendapatan kotor dikurangi biaya untuk mendapatkan, mengumpulkan dan mempertahankan pendapatan," Hestu Yoga Saksama, juru bicara kantor pajak, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Menurut Hestu, penulis yang pendapatan kotornya kurang dari Rp 4,8 miliar setahun berhak menggunakan Norma Penghitungan Pendapatan Bersih, yang berarti hanya setengah dari penghasilannya yang dianggap kena pajak.

"Direktorat Jenderal Pajak menghargai dan terbuka terhadap saran untuk memperbaiki sistem perpajakan Indonesia [...] namun keputusan yang mengubah kebijakan akan diambil dengan hati-hati dan akan mempertimbangkan semua aspek," katanya.

Yustinus Prastowo, direktur eksekutif Pusat Analisis Perpajakan Indonesia (CITA) dan yang telah menulis beberapa buku terkait pajak, mengatakan bahwa pajak penghasilan untuk penulis seringkali sudah dikurangkan saat penerbit membayar royalti, yang biasanya hanya terjadi dua kali dalam setahun.

Tingkat di mana penerbit memotong pajak untuk penulis seringkali lebih tinggi daripada yang seharusnya berada di bawah Norma Penghitungan Pendapatan Bersih, Yustinus mengatakan. Tapi, penulis hanya bisa mengklaim restitusi pajak beberapa bulan kemudian ketika Anda mengisi kembali pengembalian pajak mereka, menciptakan masalah arus kas untuk para penulis.

"Di sinilah masalah keadilan menjadi relevan," katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepada media bahwa dia mengetahui masalahnya dan meminta kepada kantor pajak untuk berdiskusi dengan Tere mengenai kewajiban pajak penulis. Namun, dia menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat menurunkan tingkat pendapatan untuk harga royalti penulis atau buku. Itu akan membutuhkan perubahan dalam kode pajak Indonesia, yang perlu mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==