Rapat 3 Jam di Rumah Megawati, PDI-P Putuskan Tetap Usung Azwar Anas

Rapat 3 Jam di Rumah Megawati, PDI-P Putuskan Tetap Usung Azwar Anas
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada acara rilis survei Poltracking Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017).


JAKARTA, RAMAIVIRAL.Com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) memutuskan permanen mengusung Azwar Anas menjadi bakal calon wakil gubernur Jawa Timur.

Keputusan ini diambil dalam rapat pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P pada kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat (lima/1/2018).

"Kami tetap tidak akan mengganti pasangan calon yg ditetapkan," istilah Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto seusai rapat.

Hasto menyampaikan, keputusan buat mengusung Azwar Anas beserta Syaifullah Yusuf sudah diambil melalui banyak sekali pertimbangan yang matang.

Oleh karena itu, PDI-P tidak akan goyah hanya karena ketika ini beredar foto mirip Azwar Anas yg beredar luas di media umum.

Dalam foto tadi, tampak terdapat sebotol minuman anggur & Azwar sedang memangku paha seseorang wanita.

"Partai ini ketika merogoh keputusan memperhatikan rekam jejak, memperhatikan berbagai aspek bagaimana secara kultural kami bekerja sama menggunakan keluarga akbar Nahdliyyin," kata Hasto.

Hasto menganggap foto tadi adalah sebuah rekayasa. Ia jua mempertanyakan kenapa foto tersebut muncul menjelang registrasi Pilgub Jatim dalam 8 Januari mendatang.



Kerap diteror

Sebelumnya, Anas mengaku belakangan ini kerap menerima teror. Dia juga merasa terdapat upaya penghilangan nyawa karakter terhadap dirinya beberapa hari menjelang masa registrasi Pilkada Jatim.

Dalam rilis yg diterima Kompas.Com menurut pihak Azwar Anas, Jumat (5/1/2018), nir dijelaskan detail pembunuhan katakter yang dimaksud.

Namun, keterangan yang tersebar, foto pribadinya beredar pada media umum. Foto tadi dianggap tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik.

"Ada teror pada saya dan keluarga aku  dan ada upaya penghilangan nyawa karakter pada aku  sebagai calon wakil gubernur Jatim," istilah Bupati Banyuwangi ini.
Bagi Anas, perlakuan misalnya itu sudah kerap diterimanya sejak periode kedua dirinya menjabat bupati Banyuwangi.

"Bahkan, aku  jua dikirimi macam-macam gambar pada masa lalu buat mencegah saya merogoh kebijakan-kebijakan eksklusif. Tetapi, kan, saya tetap lanjutkan apa yg baik bagi orang banyak,” ujar Anas.

Perlakuan yang sama persis, kata Anas, telah diterimanya sejak tahun  ke 2 menjabat Bupati Banyuwangi, tepatnya ketika dirinya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar terkini dan memperjuangkan saham bagi masyarakat di sektor pertambangan.

"Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan lantaran kebijakan-kebijakan tadi,” katanya.

Dia menganggap, semua itu merupakan risiko dirinya menjadi pejabat publik yang sedang memperjuangkan nasib rakyatnya. Sebab, membentuk wilayah bukanlah hal yg gampang.

"Ada pihak yang memang memanfaat momentum Pilkada Jatim," katanya.